Senin, 15 Mei 2017

SISTEM KOLOID


Selamat siang anak-anak, ibu akan memberikan materi pembelajaran ikatan kimia untuk pertemuan kali ini tentang ikatan ion , sebelumnya ibu akan mengabsensi kehadiran kalian , untuk yang hadir  komentar blog dibawah ya , trimakasih
SISTEM KOLOID

A.    Pengertian dan Jenis-jenis Koloid

Larutan, koloid dan suspensi adalah pembahasan yang akan di uraikan pada pembahasan berikut ini yang mana, yang akan dijelaskan adalah pengertian larutan, pengertian koloid, pengertian suspensi, tabel sifat dan sistem dispersi, jenis-jenis koloid, tabel fase terdispersi dan fase pendispersi serta lima perbedaan koloid yakni aerosol, sol, emuisi, buih, dan gel.

a)      Larutan
Pengertian larutan adalah sistem dispersi yang ukuran partikelnya sangat kecil, sehingga tidak dapat dibedakan antara partikel dispersi dan pendispersi. Larutan bersifat kontinu dan merupakan sistem satu fase (homogen). Ukuran partikel zat terlarut kurang dari 1 nm (1 nm = 10-9 m). Larutan bersifat stabil (tidak memisah) dan tidak dapat disaring. Contohnya larutan gula, larutan garam, larutan cuka, alcohol 70%, spirtus, udara yang bersih, air laut, dan bensin.
b)     Koloid
Pengertian sistem koloid adalah suatu campuran homogen antara 2 zat atau lebih dimana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi) tersebar merata dalam zat lain (medium pendispersi). Koloid ini merupakan sistem dispersi yang terletak diantara suspensi dan larutan. Ukuran partikelnya berkisar antara 1-100 nm. Jadi, koloid tergolong campuran homogen dan merupakan sistem 2 fase. Contohnya susu, santan, jeli, selai dan minyak.
c)       Suspensi
Pengertian suspensi adalah sistem dispersi dengan ukuran partikel relatif besar tersebar merata dalam medium pendispersinya. Suspensi bersifat heterogen dan tidak kontinu, sehingga merupakan sistem 2 fase. Ukuran partikel tersuspensi lebih besar dari 100 nm. Suspensi dapat dipisahkan dengan penyaringan. Contohnya air sungai yang keruh, campuran pasir dengan air, campuran terigu dengan air, campuran kopi dengan air dan campuran minyak dengan air.

Tabel sifat dan sistem dispersi
Sifat
Sistem Dispersi
Larutan
Koloid
Suspensi
Bentuk campuran
Homogen, tidak dapat dibedakan
Homogen secara makroskopis, tapi heterogen jika diamati dengan mikroskop ultra
Heterogen
Ukuran
<1 nm
1-100 nm
>100 nm
Fase
Terdiri dari 1 fase
Terdiri dari 2 fase
Terdiri dari 2 fase
Kestabilan
Stabil
Umumnya stabil
Tidak stabil
Penyaringan
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring, kecuali dengan penyaring ultra
Dapat disaring
Didiamkan
Tidak memisah dan tidak mengendap
Tidak memisah (tahan lama) dan sukar mengendap
Memisah dan mengendap

 

Jenis-jenis Koloid


Koloid dapat di bedakan menjadi 5 macam berdasarkan data pada tabel fase terdispersi dan fase pendispersi dibawah yaitu:
1)      Aerosol
Sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Jika zat yang terdispersi berupa zat padat maka disebut aerosol padat. Jika yang terdispersi berupa zat cair maka disebut aerosol cair.
2)      Sol
Sistem koloid dari paertikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol. Koloid jenis sol banyak kita temukan dalam kehidupan sehari hari maupun dalam industri. Contoh sol yaitu air sungai (sol dari lempung dalam air), sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis dan cat.
3)      Emulsi
Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut Emulsi. Syarat terjadinya emulsi ini adalah 2 jenis zat cair itu tidak saling melarutkan. Emulsi dapat digolongkan kedalam 2 bagian, yaitu :
·         emulsi minyak dalam air 
·         emulsi air dalam minyak
Dalam hal ini, minyak diartikan sebagai semua zat cair yang tidak bercampur dengan air.
  => Contoh emulsi minyak dalam air
·         santan
·         susu
·         kosmetik pembersih wajah (milk cleanser)
·         lateks
  => Contoh emulsi air dalam minyak
·         mentega
·         mayones
·         minyak bumi
·         minyak ikan.

Emulsi terbentuk karena pengaruh suatu pengemulsi (emulgator). Contohnya adalah sabun yang dapat mengemulsikan minyak ke dalam air. Jika campuran minyak dengan air dikocok, maka akan diperoleh suatu canpuran yang segera memisah jika didiamkan. Akan tetapi, jika sebelum dikocok ditambahkan sabun atau detergen, maka diperoleh campuran yang stabil disebut emulsi. 



4)       Buih
Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut buih. Seperti halnya dengan emulsi, untuk menstabilkan buih diperlukan zat pembuih, misalnya sabun, detergen, dan protein. Buih dapat dibuat dengan mengalirkan suatu gas kedalam zat cair yang mengandung pembuih. Buih digunakan dalam berbagai proses, misalnya buih sabun pada pengolahan bijih logam, pada alat pemadam kebakaran, dan lain-lain. 

5)      Gel
Koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair) disebut gel. Contohnya agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan gel silika. Gel dapat berbentuk dari suatu sol yang zat terdispersinya mengadsorpsi medium pendispersinya, sehingga terjadi koloid yang agak padat.

Dan berdasarkan pada jenis fase terdispersi dan fase pendispersinya, maka koloid dapat dikelompokkan menjadi delapan (8) macam sebagaimana tercantum dalam tabel berikut ini:
Tabel fase terdispersi dan fase pendispersi

Fase Terdispersi
Fase Pendispersi
Nama Koloid
Contoh

Padat
Padat
Sol padat
Kaca berwarna, intan, aloi, gas berwarna, dan paduan logam
Cair
Sol
Cat, kanji, tinta, darah, sol emas, sol belerang, selai dan lem
Gas
Aerosol padat
Asap, debu

Cair
Padat
Emulsi padat
Mentega, keju, mutiara, jeli dan opal
Cair
Emulsi
Susu, santan, minyak ikan, kosmetik pembersih wajah (milk cleanser), mayones, dan minyak bumi
Gas
Aerosol cair
Kabut, awan, dan spray
Gas
Padat
Busa padat
Batu apung, karet busa
Cair
Busa
Busa sabun, krim kocok

10 komentar:

  1. saya almonawaroh dan hadir bu, saya ingin bertanya bagaimanakah penerapan sistem koloid dalam kehidupan sehari hari?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penerapan sifat-sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.

      1. Penerapan efek Tyndall dalam kehidupan sehari-hari.
      Efek Tyndall adalah proses penghamburan cahaya pada partikel koloid. Dalam kehidupan sehari-hari, efek Tyndall diterapkan pada:
      a. penggunaan lampu sorot mobil pada kondisi cuaca berkabut. Lampu mobil akan lebih terang pada kondisi berkabut daripada kondisi cuaca cerah;
      b. sorot lampu mercusuar yang terlihat lebih terang pada kondisi malam yang berkabut dibandingkan pada malam yang cerah; dan
      c. pada saat ada orang yang merokok di dalam bioskop, sorot lampu proyektor akan terlihat jelas, sedangkan gambar film yang ada di layar tidak terlihat jelas.

      2. Penerapan koagulasi dalam kehidupan sehari-hari.
      Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel koloid dengan menambahkan bahan elektrolit yang berbeda muatan. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan koagulasi dapat ditemukan pada proses-proses berikut.
      a. Proses penjernihan air
      Pada proses penjernihan air, kita dapat menambahkan Tawas KAl(SO₄)₂ ke dalam air. Tawas akan membentuk koloid Al(OH)₃ yang akan menggumpalkan kotoran-kotoran di air, lalu mengendapkannya sehingga kotoran-kotoran tersebut terpisah dari air.
      b. Pengolahan karet
      Karet diperoleh dari lateks ( karet mentah). Proses pemisahan karet dari lateks dapat dilakukan dengan menambahkan asam asetat atau asam formiat ke dalam lateks. Penambahan asam asetat dan asam formiat ini berfungsi untuk menggumpalkan karet sehingga karet terpisah dari lateks.
      c. Proses pembuatan tahu
      Tahu dibuat dengan menghaluskan kacang kedelai yang bercampur dengan air, kemudian disaring sehingga diperoleh filtrat susu kedelai. Susu kedelai ditambahkan zat elekrolit CaSO₄.2H₂O yang dikenal di kehidupan sehari-hari sebagai batu tahu. Penambahan batu tahu berfungsi untuk menggumpalkan protein yang ada pada susu kedelai sehingga menjadi tahu.

      3. Penerapan adsorpsi dalam kehidupan sehari-hari.
      Permukaan koloid memiliki kemampuan menyerap ion. Hal ini yang menyebabkan partikel koloid memiliki muatan. Proses penyerapan ion pada permukaan koloid disebut adsorpsi. Dalam kehidupan sehari-hari, sifat adsorpsi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal berikut.
      a. Pemutihan gula pasir
      Gula pasir atau gula tebu yang masih mengandung partikel pengotor akan berwarna cokelat atau berwarna kuning. Gula pasir dapat diputihkan dengan melarutkannya dengan air panas, kemudian dialirkan melalui tanah diatom yang berasal dari rangka tumbuhan air. Gula pasir juga dapat diputihkan dengan menambahkan karbon. Karbon adalah adsorben yang dapat mengikat partikel-partikel zat pengotor gula.
      b. Obat sakit perut (norit)
      Norit mengandung serbuk karbon yang berasal dari arang kayu tertentu. Norit digunakan sebagai obat sakit perut. Norit di dalam perut akan bercampur dengan cairan yang ada di usus membentuk koloid. Koloid yang terbentuk akan menyerap zat racun atau bakteri patogen yang berada di dalam usus.
      c. Deodoran
      Deodoran dalam kehidupan sehari-hari digunakan untuk menghilangkan bau badan. Bahan aktif yang terkandung di dalam deodorant adalah senyawa kimia aluminium klorohidrat Al₂(OH)₅ Cl.2H₂O. Ion aluminium klorohidrat memiliki fungsi memperkecil pori-pori kelenjar keringat dengan menggumpalkan cairan di dalam keringat sehingga jumlah keringat yang dihasilkan tidak berlebihan.

      4. Penerapan koloid pelindung dalam kehidupan sehari-hari.
      Koloid pelindung adalah koloid yang memiliki kemampuan untuk menstabilkan koloid yang lain. Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai berikut.
      a. Gelatin digunakan dalam pembuatan es krim. Gelatin berfungsi mencegah terjadinya pengkristalan pada es krim agar diperoleh es krim yang lembut.
      b. Kasein adalah koloid pelindung yang secara alami terdapat pada susu.

      Hapus
  2. Assalamualaikum ibu, saya agustiningsih hadir, saya ingin bertanya ibu, disini kita tau ketika minyak dan air itu dicampur maka tidak bisa menyatu namun mengapa bila sebelum dikocok ditambahkan dengan sabun atau detergen, maka diperoleh campuran yang stabil? Mohon penjelasannya ibu

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabun yang dapat mengemulsikan minyak ke dalam air. Jika campuran minyak dengan air dikocok, maka akan diperoleh suatu campuran yang segera memisah jika didiamkan. Akan tetapi, jika sebelum dikocok ditambahkan sabun atau detergen, maka diperoleh campuran yang stabil yang kita sebut emulsi. Contoh lainnya adalah kasein dalam susu dan kuning telur dalam mayones.

      Hapus
  3. hadir bu, bu saya ingin bertanya contoh jenis koloid aerosol dalam kehidupan sehari-hari apa ya bu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. erosol padat contohnya: asap dan debu di udara, aerosol cair contohnya: kabut dan awan.banyak produk dibuat dalam bentuk aerosol, seperti semprot rambut (hair spray), semprot obat nyamuk, parfum, cat semprot, dan lain-lain. Untuk menghasilkan aerosol diperlukan suatu bahan pendorong (propelan aerosol). Contoh bahan pendorong yang banyak digunakan adalah senyawa klorofluorokarbon (CFC) dan karbon dioksida.

      Hapus
  4. saya asmaul husna hadir buk , saya ingin bertanya apakah ada dampak negatif dari koloid ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemanfaatan koloid dalam kehidupan sehari-hari.
      Sistem koloid banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembuatan obat-obatan, bahan pembersih (deterjen, shampo, sabun), alat-alat kosmetik, pengolahan bahan pangan, dan juga dalam bidang pertanian (insektisida dan herbisida). Namun, penggunaan koloid oleh manusia ternyata banyak berdampak negatif terhadap lingkungan, misalnya pencemaran lingkungan yaitu meliputi pencemaran udara, air, dan tanah. Sekarang mari kita bahas satu persatu dampak negatif penggunaan koloid tersebut terhadap lingkungan.

      Hapus
  5. hadir buk.
    saya kurang mengerti tentang suspensi buk ?

    BalasHapus
  6. Suci Hadir bu' , dan saya juga kurang mengerti tentang fase suspensi

    BalasHapus